Viral1 jam lalu

Arti Offside dan VAR yang Sering Diperdebatkan Suporter

Penjelasan singkat posisi offside, pengecualiannya, dan empat jenis keputusan yang boleh dicek VAR menurut aturan resmi IFAB.

Arti Offside dan VAR yang Sering Diperdebatkan Suporter
Redaksi Ngolongin · 5 menit baca WhatsAppX

Arti offside dan VAR sering dicampur, padahal urusannya beda.

Offside soal posisi pemain saat bola dimainkan, sedangkan VAR soal memastikan wasit tidak keliru di kejadian yang jelas.

Menjelang Piala Dunia 2022, waktu keputusan offside disebut turun dari 70 sekon menjadi 25 sekon berkat teknologi semi-otomatis. Keputusannya memang makin cepat. Perdebatan di stadion dan di kolom komentar tetap jalan terus, karena banyak suporter belum tahu apa yang sebenarnya dicek.

Terkait: Dua Striker Diaspora Dikaitkan dengan Timnas Indonesia

Arti Offside dan VAR dalam Bahasa Tongkrongan

Offside adalah aturan posisi. VAR adalah ofisial video yang membantu wasit lewat tayangan ulang. Keduanya sering dicampur, padahal urusannya beda.

Offside bicara soal di mana pemain berdiri saat bola dimainkan. VAR bicara soal apakah wasit melakukan kesalahan yang jelas. Satu aturan, satu alat bantu.

Aturan resminya ditulis International Football Association Board dalam Laws of the Game. Hukum 11 memuat offside, sedangkan protokol VAR punya halaman sendiri. Dua halaman itu jadi pegangan untuk semua yang dibahas di sini.

Kapan Pemain Dianggap Offside

Berada di posisi offside bukan pelanggaran. Hukum 11 menulis hal itu dengan terang. Pemain yang berdiri di depan bek boleh diam saja tanpa kena hukuman.

Terkait: Persib Lolos 16 Besar ACL Two usai Bobol Gawang Melbourne

Posisi offside ada kalau dua syarat terpenuhi. Pertama, kepala, badan, atau kaki ada di area lawan, di luar garis tengah. Kedua, bagian itu lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan lawan kedua terakhir.

Kutipan Hukum 11 IFAB bahwa berada di posisi offside bukan pelanggaran

Kutipan Hukum 11 yang menyebut berada di posisi offside bukan pelanggaran (theifab.com) Baca laporannya di theifab.com

Kiper ikut dihitung sebagai lawan. Jadi lawan kedua terakhir sering kali bek paling belakang. Kalau penyerang sejajar dengan lawan itu, ia tidak offside, karena aturannya memakai kata lebih dekat, bukan sama dekat.

Pelanggaran baru terjadi kalau pemain di posisi offside saat bola dimainkan atau disentuh rekannya, lalu ia terlibat dalam permainan. Wasit memberi tendangan bebas tidak langsung di tempat pelanggaran. Aturan itu berlaku juga kalau tempatnya di setengah lapangan sendiri.

Kapan Offside Tidak Dihitung

Ada tiga restart yang membebaskan penerima bola dari offside. Pemain tidak bisa dihukum kalau menerima bola langsung dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau sepak pojok. Pengecualian ini tercantum di Hukum 11.

Suporter bisa membaca situasi offside dengan lima langkah sederhana.

  1. Lihat momen bola dimainkan atau disentuh rekan satu tim.
  2. Cek apakah penerima bola ada di area lawan.
  3. Bandingkan kepala, badan, dan kaki dengan bola serta lawan kedua terakhir.
  4. Pastikan bola tidak datang langsung dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau sepak pojok.
  5. Kalau semuanya terpenuhi dan ia terlibat permainan, tendangan bebas tidak langsung diberikan.

Urutan ini ringkasan redaksi dari Hukum 11, bukan prosedur resmi wasit. Tetap saja, lima langkah itu menjawab sebagian besar debat di grup obrolan.

Apa yang Dicek VAR dan Apa yang Tidak

VAR hanya boleh membantu wasit kalau ada kesalahan yang jelas dan nyata, atau kejadian serius yang terlewat. Itu prinsip pertama protokol VAR dari IFAB.

Ruang lingkupnya sempit. Kategorinya yaitu gol atau bukan gol, penalti atau bukan penalti, kartu merah langsung, dan salah identitas pemain yang dikartu. Soal sepak pojok yang keliru, kompetisi boleh memilih opsi tambahan.

Offside ikut diperiksa lewat kategori gol, karena gol dari posisi offside tidak sah. Pelanggaran kecil di tengah lapangan tidak masuk daftar itu.

Keputusan awal wasit tidak diubah kecuali tayangan ulang jelas menunjukkan kesalahan. Tidak ada batas waktu tinjauan, karena akurasi dianggap lebih penting daripada kecepatan. Itu sebabnya suporter kadang menunggu lama.

Teknologi Offside Semi-Otomatis di Balik Garis Itu

Garis offside di layar kini sering dibantu teknologi semi-otomatis. Menjelang Piala Dunia 2022, sistem itu dijelaskan memakai 12 kamera di atap stadion. Kamera melacak 29 titik pada tubuh tiap pemain, 50 kali per sekon.

Sensor di dalam bola resmi mengirim data 500 kali per sekon. Gabungan data itu membantu menentukan kapan bola ditendang dan di mana posisi pemain saat itu. Sistemnya membantu ofisial video, bukan menggantikan wasit.

Liga Premier memutuskan memakai teknologi serupa mulai 12 April 2025, dengan hingga 30 kamera di stadion. Teknologi itu disebut sudah dipakai di Piala Dunia 2022, Euro 2024, dan Liga Champions. Jumlah kamera memang berbeda di tiap penyelenggara.

Terkait: Hasil I.League Cup Persija Ditahan PSMS dan Persebaya Kalah

Yang masih ditunggu adalah apakah liga lain menyusul memakai sistem yang sama. Redaksi belum menemukan jadwal pasti untuk kompetisi lain, jadi pantau pengumuman penyelenggara tiap musim. Pola membaca yang sama bisa dipakai saat menonton laga Liga 1 atau saat Timnas bermain.

Yang Ditanyakan Fans

Apakah posisi offside sudah pasti pelanggaran?

Tidak. Hukum 11 menyebut berada di posisi offside bukan pelanggaran. Pelanggaran baru terjadi kalau pemain itu offside saat rekannya memainkan bola, lalu terlibat dalam permainan.

Berapa lama VAR boleh memeriksa satu kejadian?

Tidak ada batas waktu. Protokol VAR menyatakan akurasi lebih penting daripada kecepatan, jadi satu tinjauan bisa memakan waktu cukup lama.

Apakah VAR memeriksa semua pelanggaran?

Tidak. VAR hanya meninjau gol, penalti, kartu merah langsung, dan salah identitas pemain. Itu pun hanya kalau ada kesalahan jelas dan nyata atau kejadian serius yang terlewat.

Sumber Laporan

  1. The IFAB, Law 11 Offside, Laws of the Game 2026/27
  2. The IFAB, VAR Protocol, Laws of the Game 2026/27
  3. Goal Indonesia, 1 Juli 2022
  4. InvestorTrust, 1 April 2025
  5. Foto sampul: The IFAB di theifab.com

Laporan ini dirangkum Ngolongin dari sumber resmi dan media yang tertaut di atas. Kalau ada kabar terbaru, kami tambahkan. Terakhir dicek 5 November 2026.

Baca juga